Tampilkan postingan dengan label gejala batuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gejala batuk. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Juni 2012

Jangan Sepelekan Batuk Seperti Ini!

JAKARTA, KOMPAS.com - Sering kita menyangka batuk hanyalah gejala masuk angin biasa. Padahal, ada banyak penyakit yang bisa ditandai oleh batuk. Sebab itu, waspadai jika beberapa kondisi berikut menyertai batuk Anda.

* Bila dahak berubah kental, kecokelatan, atau kehijauan.
* Bila batuk berlangsung terus-menerus selama lebih dua minggu dan tak kunjung membaik.
* Bila batuk disertai gejala lain seperti bunyi mendesah, napas tersengal dan berbunyi, rasa sakit dan
   tertekan di dada (nyeri dada).
* Bila Anda banyak berdahak yang diikuti demam, dengan suhu tubuh lebih dari 38 derajat Celsius.
* Batuk yang disertai penurunan berat badan.

Berwarna putih atau gelap
Dahak atau lendir yang kadang menyertai batuk bisa berasal dari rongga hidung, rongga tulang muka (sinus), atau paru-paru. Ada beberapa warna lendir yang bisa dijadikan patokan untuk menentukan apakah batuk Anda cukup parah atau tidak.

* Dahak berwarna putih jernih. Berarti tidak ada penyakit berbahaya dalam tubuh Anda.
* Berwarna putih dan berbuih. Ini akibat mengisap rokok dalam jangka waktu lama.
* Berwarna hijau atau cokelat. Menunjukkan adanya infeksi paru-paru, seperti bronkitis dan pneumonia.   Umumnya disebabkan oleh bakteri.
* Bercampur darah atau berwarna gelap seperti karat. Menunjukkan adanya penyakit serius, misalnya kanker dan TBC.

Produktifkah Batuk Anda?
Ada dua jenis batuk, yakni produktif dan tidak produktif.
* Batuk produktif disebut batuk berdahak. Dahak berguna untuk membersihkan saluran napas secara alami. Dahak harus dikeluarkan, bukannya malah ditelan.
* Dahak di tenggorokan biasanya muncul sebagai akibat adanya infeksi saluran napas, antara lain karena influenza, bronkitis, radang paru, dan sebagainya. Batuk berdahak juga dapat terjadi karena saluran napas peka terhadap paparan debu, polusi udara, asap rokok, dan kelembaban yang berlebihan.
* Batuk tidak produktif disebut juga batuk tidak berdahak. Pada batuk jenis ini tenggorokan akan terasa gatal, kering, dan nyeri. Batuk ini terjadi bila tidak ada sekresi saluran napas atau iritasi pada tenggorokan, yang menimbulkan sakit.

Sesuai jenisnya, obat batuk dapat dibagi menjadi dua kelompok:
1.    Obat batuk ekspektoran (pengencer dahak). Berguna untuk mengatasi batuk berdahak karena kerjanya merangsang dan memudahkan pengeluaran dahak atau lendir. Zat ekspektoran berfungsi untuk meningkatkan aliran cairan normal tenggorokan dan membantu meringankan rasa sakit.

2.    Obat batuk antitusif (penekan batuk). Penekan batuk beraksi pada pusat pengendali batuk di bagian otak yang disebut medulla, atau di pusat iritasi di tenggorokan, yang membuat diaktifkannya pusat batuk. Obat ini digunakan untuk batuk tidak berdahak. Biasanya tersedia dalam bentuk cair dan padat.

Dr. Mita, spesialis paru dari RSPAD Gatot Subroto menyebutkan, jenis-jenis obat batuk ini bisa diminum tanpa resep dokter. Meski begitu, aturan pakainya harus tetap diperhatikan. Untuk jenis yang lebih kuat biasanya harus dengan resep dokter.

Jangan salah memilih obat batuk. Bila batuk salah diobati, misalnya batuk kering diberi obat batuk berdahak, malah batuknya tidak akan mereda. “Justru saluran napas terangsang mengeluarkan dahak terus. Padahal, batuk kering disebabkan oleh iritasi,” kata Dr. Mita.

Bila batuk tidak diobati, bisa menyebabkan pecahnya kantong udara dalam paru, sehingga paru-paru kempes dan membuat napas sesak, jahitan bekas operasi bisa lepas, hernia atau keluarnya usus dari tempat yang semestinya bisa terjadi. Bagi wanita lanjut usia yang melahirkan banyak anak, bisa mengalami prolaps uteri (keluarnya kandungan dari tempat yang semestinya). @abd

Salam Sehat

Artikel Terkait :

Rabu, 23 Mei 2012

Madu Batuk (B1)




BATUK PENYAKIT


Berbeda dengan batuk "biasa" yang masih dalam batas toleransi, ada juga batuk yang merupakan gejala penyakit. "Kalau batuknya sangat sering, tidak menghiraukan waktu, siang malam batuk, bisa jadi itu merupakan gejala penyakit. Ini yang harus dikendalikan."Batuk bisa terjadi akibat adanya rangsangan di saluran napas, tapi ada juga batuk yang disebabkan oleh adanya kelainan pada tubuh itu sendiri. "Jadi, bukan akibat adanya rangsangan, melainkan karena ada kelainan pada tubuh," kata Muljono. Batuk akibat adanya rangsangan misalnya batuk karena alergi, karena debu atau udara kotor, atau karena bau-bauan yang menyengat.Batuk bisa juga terjadi akibat kelainan atau penyakit yang terjadi di saluran pernapasan. Contohnya TBC, penyempitan saluran napas, atau penyakit paru yang lain. Jika batuk terjadi karena TBC, kuman-kuman TBC yang ada di paru-paru akan tersembur keluar dan menular ke orang lain. Ada juga batuk akibat adanya gangguan otak (sistem saraf pusat). "Pernapasan, kan, dikontrol oleh otak juga."Pada bayi, batuk bisa merupakan gejala alergi, baik alergi susu maupun debu. Bisa juga batuk karena infeksi virus dan adanya aliran balik isi lambung ke arah jalan napas (gastroesofageal reflux), terutama anak yang mempunyai masalah pencernaan.Pada balita, yang paling sering adalah batuk karena alergi yang menyangkut alat pernapasan atas, yakni hidung, telinga, dan tenggorokan. Contohnya sinusitis dan asma. "Pada penderita sinusitis, rongga akan selalu mengeluarkan lendir yang tidak mengalir ke hidung melainkan ke tenggorokan. Ini yang menyebabkan batuk."Yang belakangan juga banyak menyerang anak adalah batuk 100 hari atau pertusis. "Cirinya, batuknya kering dan berkali-kali." 

Gejalanya :
  • Batuk yang mungkin disertai dengan pengeluaran dahak.
  • Tenggorokan sakit dan gatal.
  • Sakit otot perut, bila batuk terus-menerus.
Penyebabnya:
  • Masuknya benda asing kedalam saluran pernafasan seperti, debu, asap, atau cairan makanan seeara tidak sengaja.
  • Penyempitan saluran pernafasan misalnya asma.
  • Produksi dahak yang berlebihan disaluran tenggorokan karena infeksi, misalnya : Flu, bronkithis dan penyakit paru-paru lainnya (TBC dan kanker paru-paru).
Pencegahannya:
Kurangi makanan dan minuman yang menyebabkan batuk, seperti gorengan, pedas, dan dingin. Jangan makan dan minum semacam itu selama masih batuk

Memperkenalkan madu batuk dari produk ufo 


Madu pahit dan Menyembuhkan batuk, demam, termasuk batuk yang sudah kronis (baik digunakan sebagai pengganti obat batuk karena mengandung antibiotik alami yang tidak membahayakan tubuh).
Harga :
Area 1 : Rp. 48.500
Area 2 : Rp. 52.500
Area 3 : Rp. 55.000


Area I Meliputi Wilayah :
Jawa, Bali, Lombok, dan Sumatera.
Area II Meliputi Wilayah :
Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Kalimantan, dan Nusa Tenggara.
Areal III Meliputi Wilayah :
Ambon, Papua, dan Timor Timur.

* Harga belum termasuk ongkos kirim
* Harga sewaktu-waktu dapat berubah tanpa pemberitahuan lebih lanjut

Salam Sehat