Rabu, 01 Agustus 2012

Kentang Goreng Picu Kanker

Kentang itu beracun, namun tingkat racun (sianida) yang paling tinggi terdapat pada kulit kentang. Untuk mengolahnya kentang harus direndam dulu, dikeringkan baru digoreng


Kentang Goreng Bisa Pemicu Penyakit Kanker
Kentang goreng atau bisa disebut french fries dapat menyebabkan penyakit kanker 


Tak disangka, kerenyahan dan sensasi pada irisan memanjang kentang goreng ini ternyata dapat meningkatkan risiko pengidap dan menyebabkan penyakit kanker. Potensi pengidap penyakit mematikan ini terutama pada penderita wanita muda. Untuk itu harus waspada.

Demikian yang dijelaskan, dr. Cosphiadi Irawan, SpPD K-HUM dari Rumah Sakit Kanker Dharmais. Terbentuknya penyakit kanker tersebut berasal dari cara menggoreng dan suhu disaat menggoreng kentang.

"Terjadinya kanker dalam tubuh itu bisa dikaitkan dari cara penggorengan dan suhu disaat menggoreng, tetapi perlu diingat tidak semua orang yang memakan kentang goreng akan timbul penyakit kanker," katanya kepada skalanews di Jakarta pada Minggu (4/9).
 
Cosphiadi menambahkan semuanya tergantung, apakah dalam penggorengannya Karsinogenik (zat pemicu kanker) timbul. Karena di dalamnya ada kandungan bahan kimia, obat-obatan, radiasi dan virus. Bahan-bahan tersebut yang dapat menyebabkan timbulnya kanker, untuk itu diperlukan penjelasan tambahan oleh pakar gizi.

Pendapat senada datang dari Dr. drh. Yvonne Magdalena, SU, Dosen Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia bahwa membenarkan kentang goreng beracun, namun tingkat racun (sianida) yang paling tinggi terdapat pada kulit kentang.

"Penelitian tentang kentang goreng itu benar, karena terdapatnya racun sianida. Untuk itu perlu dilakukan cara teknik yang baik dalam pengolahan kentang goreng tersebut.

Caranya, kentang harus direndam dulu, dikeringkan baru digoreng. “Hal ini agar racun dalam kentang keluar dan waktu digoreng lapisan dalam kentang sudah matang atau tidak mentah," paparnya. (dip)

sumber : skalanews.co.id

Peneliti Stockholm University dan National Food Administration (NFA) Swedia menyimpulkan sebuah penelitian tentang potensi karsinogenik kentang goreng melalui senyawa yang terkandung bila kentang digoreng, dipangang atau dibakar dalam suhu tinggi.
Senyawa tersebut dikenal dengan istilah kimia acrylamide, ditemukan pertama kali tahun 50-an, dan terbukti berbahaya bagi kesehatan dan mengandung racun yang sekaligus bersifat karsinogenik (memicu kanker dari kentang goreng).

Zat kimia akrilamide yang biasanya ditemukan pada kentang goreng, kripik kentang, dan bahkan roti serta kopi, adalah penyebab kanker pada penyebab kanker pada manusia.

Zat ini biasanya digunakan untuk kosmetik, plastik, dan pembungkusan makanan. Beberapa tahun lalu, juga ditemukan bahwa rokok.

Parahnya lagi, pada 2002 beberapa ahli menemukan zat ini juga terkandung di beberapa bahan makanan, terutama yang digoreng dan dipanggang.

"Komponen ini ditemukan sejak manusia mulai memasak dengan api," jelas Roger Clemens, DrPH, seorang profesor dan ahli nutrisi dari University of Southern California.

Tidak jelas juga apakan porsi diet juga bisa mengurangi efek buruk akrilamide.

Demi menjawab pertanyaan ini, periset dari Maastricht University asal Belanda melakukan riset besar mengenai diet dan kanker yang dimulai pada 1986. Sebanyak 121.000 partisipan berusia 55-70 tahun dilibatkan dengan memberikan kuisioner tentang kebiasaan mereka. Tujuannya untuk menghitung konsumsi akrilamide.

Setelah 13 tahun berlalu, sebanyak 339 menderita kanker ginjal, 1.210 menderita kanker kandung kemih, dan 2.246 menderita kanker prostat. Rata-rata, seseorang mengkonsumsi 22 mikrogram akrilamide setiap harinya. Perlu diketahui bahwa 1,25 ons kentang goreng mengandung 25 mikrogram zat tersebut.

Risiko ini semakin tinggi bagi mereka yang perokok. Orang yang paling banyak mengkonsumsi zat ini memiliki risiko terkena kanker ginjal 59% lebih tinggi ketimbang mereka yang sedikit mengkonsumsinya.

"Kami berharap bisa menemukan jenis kanker lainnya," kata Janneke G Hogervorst, seorang periset.

Sehingga mereka bisa melanjutkan riset dan menemukan lebih banyak lagi. Namun banyak ahli lain mengkritik riset mereka yang mereka katakan bisa memusingkan publik.

Walaupun begitu FDA melaporkan sebanyak 100% warga Amerika mengkonsumsi akrilamide walaupun tidak menunjukkan adanya peningkatan konsumsi. Badan POM AS dan WHO menyatakan porsi diet bukanlah penyebab tumor otak, seperti yang terjadi pada hewan percobaan.

Namun, ada baiknya Anda mengurangi konsumsi kentang goreng dan keripik kentang. Sesuaikan konsumsi makanan Anda dengan gaya hidup sehat dan seimbang.


sumber : waspada.co.id

Senin, 30 Juli 2012

Makanan yang Harus Dihindari Penderita Asma

Salah satu zat yang diketahui berkaitan erat dengan serangan asma adalah sulfit. Sensitifitas terhadap sulfit pada umumnya hanya terbatas pada penderita asma yang bergantung pada obat steroid. Makanan yang mengandung sulfit dapat memicu serangan asma pada 20 persen orang penderita asma. Sulfit terdapat dalam makanan sebagai hasil dari fermentasi dan ditemukan dalam makanan olahan. Makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita asma antara lain:
1. Jus Lemon atau Limun Buatan
Meminum lemon atau air jeruk nipis sungguhan jauh lebih bagus. Meskipun sedikit merepotkan, tetapi rasanya lebih segar dan penderta asma dapat bernapas lebih lega.
2. Bir, Anggur, dan Minuman Fermentasi Lain
Minuman semacam ini akan menyebabkan kesulitan bernapas pada penderita asma setelah dikonsumsi. Kandungan sulfitnya lah yang menyebabkannya.
3. Buah atau Sayuran Kering
Selain buah-buahan kering seperti kismis, nanas, aprikot dan cranberry, makanan lain yang harus dihindari adalah ceri maraschino dan guacamole, makanan tradisional Meksiko yang terbuat dari bahan dasar alpukat, ditambah dengan lemon dan garam.
4. Acar
Acar dan paprika sebaiknya dihindari jika sensitif terhadap sulfit.
5. Kentang Kemasan
Makanan seperti kentang goreng dan kentang kering juga mengandung sulfit, jadi berhati-hatilah. Menu kentang dapat diganti dengan menu yang lebih sehat dengan kentang manis panggang atau kentang panggang dengan ditambahi minyak zaitun.
6. Udang
Udang beku juga mengandung sulfit. Sulfit digunakan sebagai zat tambahan untuk mencegah munculnya bintik-bintik hitam pada udang. Akan lebih baik jika mengkonsumsi udang segar. Meskipun mungkin lebih mahal, tapi akan membuat penderita asma merasa lebih baik untuk jangka panjang.
7. Makanan Lain yang Mengandung Sulfit
Makanan lain yang mengandung sulfit adalah asparagus, daun bawang, pati jagung, telur, bawang putih, selada, sirup maple, salmon, produk kedelai dan tomat.

Sumber : portal kesehatan.com 
Salam Sehat

Sabtu, 28 Juli 2012

Makanan Untuk Kesehatan Mata

Mata adalah panca indera manusia yang sangat penting/esensial. Dapat dibayangkan jika kita mengalami kerusakan mata atau kebutaan, kita tidak dapat menikmati dan merasakan betapa indahnya alam semesta ini. Kenyataannya kita sering lupa untuk melakukan perawatan mata, padahal seperti halnya bagian tubuh yang lain, mata mungkin saja terkena gangguan atau masalah kesehatan. Gangguan-ganguan tersebut bisa disebabkan oleh udara yang tidak bersih atau terpolusi, radiasi sinar matahari, radiasi akibat terlalu lama di depan komputer, dan gangguan-gangguan lainnya.
Studi yang dilakukan oleh Eye Disease Prevalence Research Group(2004) memperkirakan bahwa pada tahun 2020 jumlah penderita penyakit mata dan kebutaan di dunia akan mencapai 55 juta jiwa. Studi ini menyebutkan juga bahwa penyakit mata dan kebutaan akan meningkat terutama bagi mereka yang telah berumur diatas 65 tahun. Seseorang yang berumur 80 tahun keatas yang merupakan 8% dari total penduduk, mengalami kebutaan sebanyak 69%.
Gangguan kesehatan pada mata yang umum terjadi adalah penurunan fungsi penglihatan, gejala mata merah tanpa ada penurunan fungsi penglihatan, dan mata merah dengan fungsi penglihatan turun. Sampai saat ini, penyakit mata yang banyak diderita adalah katarak, glukoma, dan infeksi.
Seiring dengan meningkatnya perhatian dan pengetahuan pengaruh gizi terhadap kesehatan, khususnya kesehatan mata menyebabkan pesatnya pertumbuhan pasar terhadap produk-produk kesehatan mata. Sebagian besar produk-produk untuk kesehatan mata yang dipasarkan sekarang berbentuk suplemen. Selain senyawa antioksidan (vitamin A, C, dan E) yang sebelumnya telah diketahui dapat meningkatkan kesehatan mata, senyawa lain seperti lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin, baru-baru ini diketahui sebagai senyawa yang dapat meningkatkan kesehatan mata.
Lutein suatu kelompok senyawa karotenoid berwarna kuning yang banyak terdapat pada sayuran berwarna hijau. Lutein terdapat di macula dan dipercaya dapat melindungi mata dari kerusakan oksidatif oleh sinar radiasi ultraviolet (UV).
Macula berada di tengah-tengah retina dan bersebelahan langsung dengan lensa mata. Macula merupakan daerah kecil yang mengandung jutaan sel yang membantu menghasilkan penglihatan yang tajam untuk membaca atau melihat obyek dengan jelas.
Senyawa karotenoid lain yang terdapat di dalam macula adalah adalah zeaxanthin, yang diketahui dapat memberikan manfaat untuk kesehatan mata.
Penelitian yang dilakukan oleh Chitchumroonchokchai dan koleganya pada tahun 2004 dari Ohio State University, menunjukkan bahwa lutein dan zeaxanthin dapat melindungi sel lensa manusia dari paparan sinar UV, yang merupakan penyebab utama terjadinya penyakit katarak. Selain itu, mereka membandingkan aktivitas antioksidan lutein dan zeaxanthin dengan vitamin E. Hasilnya menunjukkan bahwa lutein dan zeaxanthin menunjukkan aktivitas 10 kali lebih tinggi dibandingkan dengan vitamin E dalam melindungi sel lensa dari kerusakan akibat sinar ultraviolet.
Pada tahun yang sama juga dilakukan penelitian oleh Neuringer dan kolega, menujukkan kemampuan lutein dan zeaxanthin dalam meningkatkan kesehatan mata. Sedangkan pengujian pada hewan yang disponsori oleh DSM Nutritional Products Swiss, menunjukkan bahwa suplementasi atau penambahan lutein dan zeaxanthin meningkatkan aktivitas antioksidan di dalam darah.
Kelompok senyawa karotenoid lainnya yang ternyata memiliki kemampuan untuk melindungi macula dari paparan sinar UV adalah astaxanthin. Guerin et al. (2003) menyebutkan bahwa kemampuan antioksidan dan anti-inflamasi senyawa astaxanthin dapat memberikan efek perlindungan mata dari sinar UV.
Sampai saat ini aktivitas antioksidan dari senyawa lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin memberi jawaban mekanisme terjadinya peningkatan kesehatan mata. Radikal bebas yang berasal dari sinar UV atau cemaran udara, masuk ke mata mengakibatkan terjadinya reaksi oksidasi molekul-molekul rentan pada lensa mata.
Molekul tersebut adalah protein dan lemak yang menyusun lensa mata. Efek dari oksidasi ini menyebabkan rusaknya protein atau lemak pada lensa mata. Seiring dengan bertambahnya usia dan semakin terakumulasinya tekanan radikal bebas, protein dan lemak yang rusak tersebut akan semakin besar jumlahnya. Itulah yang membuat penglihatan kabur dan lama-kelamaan menjadi buta.
Lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin menangkapi radikal bebas (radical scavenger activity) dengan cara berikatan dengannya sebelum radikal-radikal tersebut merusak protein atau lemak lensa mata. Atau dengan kata lain lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin dapat disebut sebagai protektor lensa mata terhadap serangan radikal bebas.
Karotenoid banyak ditemukan pada sayuran berwarna kuning-jingga seperti wortel, sayuran berwarna hijau seperti brokoli, dan buah-buahan berwarna merah dan kuning-jingga, seperti tomat, arbei, semangka, dan mangga. Jadi dengan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan secara teratur dapat memenuhi kebutuhan lutein, zeaxanthin, dan astaxanthin setiap harinya. Selain itu efek lain mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan adalah meningkatkan asupan serat makanan yang sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Salam Sehat

Jumat, 27 Juli 2012

PENGOBATAN AYURVEDA --- SELF HEALING (3)



Sistem pengobatan Ayurveda memahami tubuh tiap orang itu unik dan butuh perlakuan khusus.

Dr Swami Shankardev Saraswati, pakar yoga dari Mangrove Mountain, New South Wales mengatakan, Ayurveda adalah metode penyembuhan diri yang luar biasa.

Misalnya, jika Anda menderita gangguan pencernaan atau mudah terinfeksi, pelaku ajaran Ayurveda tidak hanya akan mengobati infeksinya dan gangguan pencernaan. Mereka juga akan mengatur perilaku Anda. Mereka akan menentukan perubahan gaya hidup yang sesuai dengan Anda untuk memulihkan keseimbangan dan kekuatan tubuh sehingga bebas dari penyakit.

Ayurveda membedakan kekuatan utama hidup (tubuh-pikiran-jiwa) dalam tiga jenis atau dosha: yaitu vata, pitta, dan kapha.

Mengetahui dosha adalah tahap terpenting untuk membantu Anda memilih makanan yang terbaik sesuai terapi Anda.

Sesuaikanlah tipe tubuh Anda dengan tabel dibawah ini untuk membantu mengetahui dosha Anda. Umumnya, tiap orang adalah kombinasi dari dua dosha, hanya sebagian kecil yang kombinasi dari ketiganya.



• VATA

Bentuk badan kurus, berat badan sulit naik, wajah lonjong, mata kecil, kulit kering, rambut kering, keriting, dan kasar, moody, pola tidur tak menentu, dan sulit tidur nyenyak.


Terapi self healing:

Perbanyak makanan kaya protein dan mineral, seperti pisang, alpukat, plum, aprikot, sayuran yang direbus tidak terlalu lama, kacang merah, kacang tanah, kedelai, susu kedelai, tahu, telur setengah matang, white meat (ikan, ayam), danging sapi, dan daging kambing.

Kurangi makanan beku, gula putih, rempah-rempah, kopi, teh kental, cokelat, makanan-makanan mentah, makanan yang beraroma tajam, makanan pedas, makanan pahit.

Tips gaya hidup:
Vata cenderung membuang terlalu banyak energi. Hilangkan kebiasaan itu dengan melakukan kegiatan rutin. Pastikan Anda menyisakan waktu untuk santai dan perkaya diri Anda dengan makan bergizi dan manjakan diri dengan pijat.




• PITTA

Bentuk badan sedang, tubuh mudah gemuk, wajah berbentuk hati, kulit berminyak dan berwarna semu merah, rambut lembut, lurus, mudah diatur, dan berminyak, selera makan tinggi dan pola tidur baik.


Terapi self healing:

Konsumsi makanan segar, seperti buah mentah dan manis, termasuk beri, ceri, plum, sayur-sayuran hijau, sayur-sayuran pahit atau manis (seperti asparagus, brokoli, kacang polong, seledri, dan mentimun), padi-padian segar, gandum, beras putih, kue beras, roti, pasta, white meat, produk-produk susu, putih telur, sirup maple, gula, rempah-rempah (seperti ketumbar, jintan, pala, dan mint).

Kurangi buah-buahan asam, bawang, bawang bombay, bawang putih, rempah-rempah pedas, tomat, terung, gula bit, kuning telur, daging merah, kacang-kacangan, cokelat, kopi, teh, red wine.


Tips gaya hidup:

Pitta cenderung hangat dan bersemangat. Sering-seringlah melakukan aktivitas yang dapat membuat Anda merasa senang. Peliharalah ketenangan dengan berendam dalam air hangat atau berenang. Hindari terpapar sinar matahari terlalu lama.




• KAPHA

Bentuk badan gemuk, berat badan cepat naik, wajah bulat, kulit pucat, rambut tebal, mengkilat, bergelombang, berminyak, hobi ngemil, dan tukang tidur.


Terapi self healing:

Perbanyak konsumsi pilihan buah, seperti stroberi, apel, pir, ceri, buah-buahan yang dikeringan, seperti prem, aprikot, pir yang dikeringkan, salad dan aneka sayuran, termasuk sayur-sayuran pahit dan beraroma tajam (seperti lobak dan bawang, wortel, jagung, dedaunan hijau), padi-padian yang zat besinya tinggi (seperti jagung, oat, gandum, ikan dan daging putih, kacang merah), buncis yang dikeringkan (seperti kacang polong), produk-produk dari kedelai dalam jumlah yang tidak berlebihan, makanan pedas.

Kurangi makanan dan minuman dingin, buah-buahan terlalu masam dan terlalu manis, akar-akaran, produk-produk susu, kacang-kacangan dan biji-bijian, makanan berat dan kaya lemak, minyak, mentega, garam, gula dan pemanis buatan.

Tips gaya hidup:
Kappa cenderung kaku dan menyimpan terlalu banyak energi. Sering-seringlah bergerak. Sehingga energi Anda tidak menumpuk menjadi lemak.

Rabu, 25 Juli 2012

PENGOBATAN AYURVEDA --- MENGENAL KARAKTER TUBUH (2)


Ayurveda merupakan pengetahuan medis tertua di dunia, yang telah dipraktikkan lebih dari 5,000 tahun dan berasal dari India.

Ayurveda mempunyai tujuan menjaga kesehatan serta mengobati apabila kesehatan terganggu. Sehat yang dimaksud dalam pengetahuan medis kuno ini adalah gabungan dari sehat jasmani, sehat pikiran & perasaan, serta sehat secara spiritual.


karakter tubuh dalam istilah Ayurveda disebut ‘dosha


Secara alami, energi dasar kehidupan atau disebut juga karakter tubuh secara alami dibagi menjadi tiga bagian, yaitu vata, pitta, dan kapha.


Ayurveda membagi doshas menjadi tiga bagian, yaitu:


1. VATA:

Mempunyai unsur angin dan angkasa/langit.

Orang yang memiliki karakter tubuh Vata mempunyai metabolism tinggi, aktif, sangat enerjik dan biasanya cenderung mempunyai postur kecil, dengan otot yang kecil juga, berkulit kering, kulit kepala cencerung mudah berketombe, dan terkadang pembuluh darahnya nampak.

Mempunyai pola tidur, makan, dan kebiasaan yang tidak mengikuti jadwal teratur.

Tidak menyukai udara dingin, banyak angin, dan kering.

Mudah merasa kedinginan dan mudah gemetar. Kaki dan tangan mudah dingin.

Bicara cepat dan cenderung cerewet.

Pola tidur mudah terganggu dan mudah diserang insomnia.

Sering mengalami gangguan otot nyeri, radang sendi, sakit kepala, konstipasi, demam sambil mengigau, dan juga mempunyai kecenderungan mengalami gangguan cardio.

Biasanya tipe Vata cepat menyerap informasi dan juga cepat melupakannya.

Tipe ini mudah stress dan terkadang kurang pede.

Akan tetapi tipe Vata cenderung kreatif dan inovatif, dengan kepekaan yang tinggi.




2. PITTA:

Mempunyai unsur api.

Orang yang mempunyai karakter Pitta postur tubuh sedang dan mempunyai otot yang lebih besar daripada tipe Vata.

Kulit lembut dan cenderung berminyak, sehingga mudah berjerawat, serta hangat.

Mudah berkeringat, rambut lebih cepat memutih, dan ada sebagian yang cenderung botak.

Tipe Pitta tidak menyukai udara yang panas, sinar matahari, dan daya penglihatan sensitive (terutama terhadap sinar terang).

Pola makan kuat dan tidur cukup dan tidak mudah terganggu.

Sifat: cenderung ekstrovert, berbicara dengan suara keras dan cenderung mendominasi percakapan.
Menyukai olahraga dan permainan.

Mempunyai kecerdasan yang tinggi, dan suka berdebat.

Tipe Pitta mudah kerserang masalah pencernaan, dan masalah di usus (usus kecil, usus besar), kebotakan, infeksi saluran kencing, sariawan, dan terlalu banyak keringat.



3. KAPHA:

Mempunyai unsur tanah dan air.

Orang dengan karakter kapha cenderung mempunyai metabolism tubuh yang lamban.

Postur cenderung besar dan mudah menambah berat badan walau makan hanya sedikit.

Tipe Kapha biasanya memiliki kulit yang lebih tebal dengan sedikit kerutan dan otot yang lebih padat. Tipe Kapha mudah tidur nyenyak bahkan kadang berlebihan, tidak menyukai kelembaban, nafsu makan tidak tinggi akan tetapi mudah gemuk.

Karena metabolism lamban, maka tipe Kapha kurang menyukai banyak olah raga dan gerak, serta mudah kecapaian.

Tipe ini mempunyai pembawaan yang tenang, memori yang tajam dan kuat, tidak emosional, serta pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Tipe Kapha mudah terserang penyakit saluran pernafasan (sinus, batuk, pilek, asma), banyak lendir, obesitas, metabolisme lamban/merasa malas, tidur terlalu banyak, mudah lelah dan badan terasa berat, serta gangguan pencernaan.


------

setiap orang sebenarnya memiliki ketiga karakter tersebut, hanya kita perlu melihat yang paling dominan di mana.

Bahkan ada tipe kombinasi: vata-pitta, vata-kapha, pitta-kapha, dan vata-pitta-kapha.


Energi yang mengalami ketidakseimbangan dalam tubuh akan menyebabkan gangguan kesehatan.


Makanan yang tepat merupakan syarat yang penting dalam menjaga keseimbangan energi tubuh kita.


Apabila ada masalah kesehatan, ahli Ayurveda akan mengatur pola diet: makanan apa yang perlu ditambahkan dalam menu atau sebaliknya makanan apa yang perlu dihindari disamping memberikan terapi serta herbal yang sesuai dengan gangguan yang sedang dialami pasien.


------

Sekarang setidaknya Anda bisa melihat karakteristik masing-masing dosha dan Anda bisa mengenal dosha Anda dengan membandingkan masalah kesehatan yang sering Anda hadapi dari catatan diatas...

Sabtu, 21 Juli 2012

Jeruk, Pisang dan Kunyit Dapat Mencegah Leukimia

Sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa pemberian jeruk (orange) dan pisang (banana) secara rutin kepada bayi dapat mengurangi resiko leukimia (kanker darah) pada bayi. Hal yang sama juga untuk makanan yang mengandung kunyit (turmeric). Demikian menurut seorang ilmuwan terkemuka.
Anak-anak yang makan jeruk, jus jeruk dan pisang 4 sampai 6 kali dalam sepekan selama 2 tahun sejak bayi menunjukkan pengurangan resiko kanker itu. 
“Penelitian kami unik, dan kami telah menjelaskan akan manfaat jeruk dan pisang untuk mengurangi resiko kanker,” kata Marylin Kwan, dari University of California, Berkely. Dia katakan,”Ada pengurangan resiko kanker sekitar 50%.” 
Hasil penelitian ini disampaikan dalam konferens internasional tentang anak dan leukimia di London baru-baru ini. 
Kwan dan kelompoknya melakukan penelitian pada 328 anak berumur di bawah 15 tahun penderita leukimia. Masing-masing orang tua dari anak mengisi angket tentang pola makan anaknya pada 2 tahun pertama ketika bayi. 
Pada dua penelitian sebelumnya mengindikasikan bahwa makan makanan daging seperti hotdog atau snack daging meningkatkan resiko tumor otak, dan sebagian kecil leukimia
Pisang dan jeruk dapat mencegah leukimia diperkirakan karena mengandung vitamin C yang merupakan antioksidan. Ini dapat mengurangi kerusakan DNA dan menghentikan proses tumbuhnya kanker. Pisang juga kaya akan kalium. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa kalium dapat menstabilkan DNA dan mengurangi angka mutasi. 
Kunyit juga dilaporkan dapat mencegah kanker

Satu lagi herbal jus kulit manggis yang mengandung antioksidan tertinggi dari buah-buah lainnya simak disini
Salam Sehat
 

Selasa, 17 Juli 2012

PENGOBATAN AYURVEDA -- ILMU KEDOKTERAN KUNO (1)


AYURVEDA atau AYURVEDIC adalah suatu pengobatan kuno yang berasal dari India yang meliputi seluruh aspek gaya hidup.

Kata Ayurveda berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti ayur --hidup, dan veda ---pengetahuan, atau secara harafiah berarti pengetahuan tentang kehidupan.

Merupakan salah satu metode pengobatan tertua yang pernah dicatat dan masih digunakan hingga saat ini.


Ayurveda adalah ilmu kesehatan preventif (menjaga kesehatan agar penyakit tidak mendapat kesempatan untuk menyerang kita) dan tentang kebiasaan hidup yang menyelaraskan antara fisik dan panggilan jiwa.

Ayurveda bekerja secara menyeluruh, tidak hanya menghilangkan gejala yang timbul, tetapi juga bekerja mencegah penyakit dan menghilangkan akar penyakit.

Ayurveda menggunakan seluruh sumber kekayaan alam untuk membantu meningkatkan kualitas kesehatan manusia.


Menurut Ayurveda, setiap orang memiliki energi kehidupan (Doshas),
yang terdiri dari Vata atau udara, Pitta atau panas, dan Kapha atau air.

Penyakit terjadi jika ke-3 elemen ini tidak seimbang.

Lingkungan, polusi udara, makanan, minuman, dan faktor genetik dapat menyebabkan ketidak-seimbangan doshas.

Menjaga keseimbangan doshas ini adalah kunci dari pengobatan Ayurveda


Nutrisi yang baik dan seimbang serta olahraga teratur menjadi sangat penting bagi pengobatan holistik.

Tetapi kestabilan emosi dan spiritual juga harus diperhatikan sehingga kondisi yang optimal akan tercipta.

Terapi alternatif difokuskan untuk meningkatkan proses penyembuhan sendiri, untuk memperbaiki keselarasan antara gerak tubuh dan elemen biokimia dari tubuh, pikiran dan emosi.


bersambung....